SAM

SAM

Followers

Dengarkan Utara.FM - Macam Biasa Juga Bah

Saturday, May 23, 2009

Paparan Semula Sajak Yang Dikirimkan oleh Anonymous. Sangat Bermanafaat Untuk Kita Semua.

(Hentikan Penderaan ke atas wanita) Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga. Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini. Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga. Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

18 comments:

Pelangi said...

kesian...
sangat bermakna puisi ni..sayu pula lepas baca.
macam mana lah mau kasih sedar masyarakat tentang penderaan ni...macam susah betul tapi selagi dapat berusaha..teruskan berusaha. mudah-mudahan usaha kita tidak sia-sia

SANGURU said...

banyak2 puisi sdr, inilah yang terbaik bagiku. Bukan setakat teknik yang sdr gunakan tetapi jua masejnya yang dalam dan yang terpenting - ADA MAKNANYA.

Seindah manapun puisi, jika TIDAK MEMBAWA MAKNA/FAEDAH KPD UMUM, bagiku ia hanya seumpama gula yang manis tetapi membawa mudarat.

Sdr, teruslah berpuisi.
(MESKI TIADA YANG MEMBERIMU BUNGA KERANA ITU)...

SANGURU said...

opsss...sy ketinggalan bas! sajak "anonymous" rupanya?
Ingin saya mengenali "anonymous" ini.
Tk anon...

SANGURU said...

AKU AKAN TERUS MEMBERINYA BUNGA...
(sajak bagi pihak suami yang membunuh isterinya!)

aku telah mencabut nyawanya kelmarin.
hari ini aku kembali ke sini
seperti orang gila - meracau dan menangis
berdoa dan munajat.
aku pulang, meninggalkan sejambak bunga.

kelmarin aku seperti orang gila,
hari ini aku kembali nanar dan menyesal
darah di jariku telah ku basuh
namun titik hitam membekas di dadaku.
aku datang hari ini
memberikannya bunga.

kelmarin aku aku memberinya bunga
hari ini aku bawakannya bunga
selamanya aku akan memberinya bunga
tiap kali menziarahinya
di sini.
tempat sunyi yang bisa membuat
aku menangis dan berfikir...

T&G III
03:33 am.

Anonymous said...

Puisi (Hentikan Penderaan Ke atas Wanita) bukan ditulis oleh saya. Puisi itu saya terbaca dari wordpress yang saya tidak tahu siapa penulisnya. Saya juga teringin mengenali siapakah gerangan penulis puisi itu dan saya cuma memaparkan di ruangan ini sebagai tatapan dan berharap ia bermanfaat kepada kita semua. Terima Kasih kepada semua kerana bersama-sama menghayati puisi ini.

saya cuma seorang wanita dan ibu serta pembaca setia SAM dan menyokong pendirian SAM dalam kempen yang sangat bermanfaat ini...Teruskan usaha SAM!

Pelangi said...

hi anonymous...saya rasa pernah baca puisi itu di majalah mingguan wanita?..kalau tak salah, tapi sudah agak lama. sangat mendalam maksud puisi tu sehingga meninggalkan kesan dalam kita

SANGURU said...

SAKIT YANG KUPENDAM
(suara hati seorang teman kepadaku suatu ketika dulu. Kini dia sudah punya isteri muda. Jauh lebih muda dan jelita dari isteri pertamanya...)

kupendam sakit itu sudah lama
sudah lama aku ingin meninggalkan dia
dia sudah lama meninggalkan aku
sudah lama juga anak-anak
kehilangan kasih seorang ibu...

kupendam sakit itu kerana
aku masih bisa memendamnya
dan aku masih mengharap ia pulang
selaku isteri dan ibu.

ia ikut lari para lelaki
silih berganti
hanya kerana aku kononnya
aku kerdil dan hina di matanya.

sekalipun tidak pernah kukasari ia
kerana katanya ia insan yang lemah.
kekuatanku adalah kesabaranku
dan ketahananku memendam sakit luka.

panggil saja aku lelaki dayus
lelaki sepertiku pasti akan memilih
pilihan ini.

suatu hari di bulan shawal
aku menjadi lelaki sang berani
aku tinggalkan kelembutan dan kedunguanku
lalu menjadi suami sekali lagi...
(terima kasih sanguru yang bersusah payah untukku...)

T&G III
01:06 am

ming2elly said...

sanguru tinggal di T&G III sana jalan lotong tu ka?

mau tanya bah ini, ada kolam terbiar ka yang di belakang taman T&G III tu? kalau tengok dari google earth, ada tu, dan besar juga... ;o)

SANGURU said...

ya tuan.sy tinggal d situ. mmg ada kolam tp tak siap lg tu...

ison said...

Haha... okon ko ilo puisi dat nipos po ot kerakan ku diti. kerak oku mambaca diti tongo komen om sajak di sanguru om tad sinumalat i ming mongduat dot waro ko aso kolam terbiar.

ilo sajak nu kopupuson sanguru, menggambarkan penderaan kepada suami bo dati lo bo. sabar nopo bo. hehe...

Anonymous said...

Hi Pelangi, saya pun tidak tahu sama ada pernah keluar di majalah atau tidak puisi tu..ya sangat mendalam maksudnya...

Ini puisi titipan dari teman, sama setuju atau tidak tapi inilah kenyataannya...!!!

Ku kenali dikau semalam
Hari ini cinta kau hulurkan
Cinta yang mendewasakan ku
Cinta yang penuh kasih yang tak terhingga

Ku terima cintamu semalam
Namun hari ini cintamu mula mengongkongku
Kemana saja langkah ku pergi
Kau hujani seribu macam soalan dan kesangsian
Tanpa peduli apa rasa hatiku
Yang terdera dek kongkongan cintamu

Ku rasakan kasih mu semalam
Namun hari ini aku seolah2 hak mutlakmu
Aku hilang teman hilang kebebasan
Kerana kongkongan cintamu makin membara

Ku berfikir semalaman
Bagaimnana hidup ku kemudian hari
Hari ini ku kumpul kekuatan dan keberanian
merobohkan kongkongan cintamu
melepaskan jiwa yang sengsara
walau hati amat sayang
namun hati harus diselamatkan
dari kongkongan cintamu

Ku lafaz kata putus semalam
Hari ini aku bukan milikmu lagi
Aku tekad meninggalkanmu
Walau hati perit hati menangis aku harus melangkah pergi
Kerana ini bukan cinta yang ku cari
Namun ku percaya ini yang terbaik buat kita

Semalam ku tinggalkan dirimu
Hari ini ku temui lagi cinta
Cinta tanpa paksaan
Cinta yang seadanya
Cinta yang tak ada sebabnya
Andai saja ini cinta mu dulu
Pasti bahagia kita ke hari ini
Namun andai saja aku terus tinggal dalam kongkongan cintamu
Aku tidak akan temui bahagia hari ini

Umar al-Longobi said...

ha ha ha!

ming.. mogiim ko kulam ka?

ming2elly said...

kolam tak siap? mau kena bikin ka itu kolam sanguru? atau kolam lain ni? sebab saya view dari google earth nampak betul2 di belakang tu T&G III...

ataupun tu kolam yang asal mau kena kasi bikin???

ada access ka mau masuk p casting sana kolam tu sanguru??? ;o)

SANGURU said...

ya. Itu kolam mmg dlm perancangan mo bikin, atau mangkali "tasik" kecil sebelah jalan kot?

Mo casting, orait saja tu buat masa ni. try la nnti cuti. Kontek sy. saya temankan.

ming2elly said...

ok thanks sanguru!

sebab saya suda survey tu hari di sana, kalau ikut jalan gravel di sebelah taman T&G III tu memang tidak nampak denai atau jalan untuk masuk..

sudah juga saya round dari dalam taman perumahan tu, tapi teda juga nampak mana2 jalan atau access ke kolam tu...

elly said...

Hebat2 puisi sini..

Ming2 cari kolam ..saya mau cari rumah, ada rumah mau jual ka sana? hehehe

SANGURU said...

elly, kontek 0198711883 MR tAN. Broker pemaju perumahan ni.

elly said...

Thank You Sanguru!!