SAM

SAM

Followers

Dengarkan Utara.FM - Macam Biasa Juga Bah

Friday, May 8, 2009

SAM: SELAMAT HARI IBU

SAM mengambil kesempatan untuk mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada semua para ibu yang dikasihi. Wahai para ibu, engkau adalah kejadian terbaik di dalam peristiwa anak-anak di samping para bapa mithali. Tidak akan ada hadiah daripada anak-anak yang mampu menandingi pemberian daripada ibu- iaitu kehidupan. Bagi dunia, engkau hanyalah seorang insan yang biasa-biasa sahaja tetapi kami tidak akan pernah lupa tangan ibu jugalah yang mengoncang dunia.
Setiap kali kami cuba menyanyikan lagu ciptaan seniman Alayarham Sudirman 'Ayah dan Ibu' setiap kali itu jugalah kami tidak berdaya menghabiskan bait lagunya kerana air mata ini mengalir. Di dalam kegagalan kami sebagai anak-anak menyejukkan lembayungmu, ibu sentiasa dapat memahami apa yang kami anak-anak tidak dapat suarakan. Ini Sajak untuk ibu. Dengarkanlah kami wahai ibu... Telah kau titiskan untuk kami Tangisan luhur di pelupuk matamu Tidak pernah gagal memadamkan perhatianmu Dan kami pernah tidak mengerti dulu Telah kau serukan suaramu Nyaring amarah ke halwa rasa kami Dari lubuk jiwa yang tidak pernah gagal Menudungi kami dengan hikmah dan rahmat Dan kami tidak pernah mengertinya dulu Telah kau ajar tubuh ini dengan bilah rotan Melibas hikmat dan didikan Di antara simpati dan getar azam Tidak pernah gagal mengasihani kami Dan kami pernah tidak mengertinya dulu Telah kau basuhkan lelah kami Dengan bicara seperti sungai mengalir Tumpah dari ulas getar bibirmu Tidak pernah gagal mebisikkan pedoman Dan kami pernah tidak mengerti dulu Telah kau sembunyikan derita Merebahkan lelah di sisi usiamu Dan kau memilih membuang mengahmu Jauh ke lubuk hati Yang tidak pernah gagal memanjatkan doa Dan kami tidak pernah mengerti dulu Ibu, Di antara sekian banyak kegagalan untuk mengerti Maafkan kami..... Anak-anakmu yang gagal melihat jalan didikanmu Dan kini jiwa sesal mulai mengerti Bahawa ibu selalu bersendirian Memilih bersabar di ruang sunyi Bertelut dengan wajah dan senyum murni Bersiap diri dengan susun jemari yang tertib Rupanya.... Lantai basah yang sering kami bersihkan dulu Itu air mata ibu yang tumpah Saat nyanyian doa melayang Ke hadirat Sang Penghibur Ibu, Pandang kami dengan belas kasihan Inilah anak-anakmu yang sudah besar Dari luka nalurimu yang sarat menderita sabar Izinkan kami bernaung di lembayung doamu selamanya Agar kami dapat menyudahkan hidup kami Anak-anak kami Dan wajah-wajah masa depan Hidup di hujung telunjuk restumu

5 comments:

ison said...

"I think my mother is amazing."

kyro said...

Sebuah puisi yang sangat indah...dan menyentuh kalbu.

SELAMAT HARI IBU

JMimie said...

A very meaningful and touching poem!
Mama, we love you.

Happy Mother's Day.

Umar al-Longobi said...

ibu...

kami dilahirkan ke bumi bukan utk menjadi boneka. kami harus memilih. pilihan yg bukan bersandarkan buta tuli. tapi, berpaksikan pengamatan dan penaakulan yg halus lagi tajam. kita sentiasa hidup di antara 2 persimpangan... buatlah pilihan yg tepat. kerana, peluang itu hanya sekali..

Happy Mother's Day

Little Mike (LM) said...

ison..
para ibu2 sentiasa mengkagumkan...

kryo..
terima kasih.. sekadar sebuah puisi sederhana untuk ibu2 yang hebat dalam kehidupan anak-anak

Jmimie...
terima kasih.. kasih ibu membawa ke syurga, kasih ayah jalan ke syurga

Umar...
satu ekspresi dari sudut lain betapa ibu kita melahirkan kita, mebesarkan kita, mendorong dan mendidik di samping ayah tercinta, maka itu juga kita gunakan untuk membuat pilihan yang tidak tersasar dalam kehidupan...

WE LOVE YOU MAMA... Happy Mother's Day kepada semua para ibu2